Tuesday, March 31, 2015

Apa Prosesor Smartphone Murah Android One?

KOMPAS.com - Kehadiran Android One yang diumumkan pada konferensi Google I/O mengejutkan banyak pihak. Android One adalah program ponsel murah untuk dipasarkan di negara berkembang. 

Google akan menyediakan model referensi untuk digunakan memproduksi ponsel oleh para rekanan. Dengan cara ini, proses produksi hingga produk siap dilempar ke pasaran bisa dipersingkat.

Hanya sedikit yang diketahui tentang spesifikasi ponsel reference Google tersebut, di luar ukuran layar 4,5 inci, slot micro SD, FM Radio, dan dual-SIM card.

Kini, berita lansiran DigiTimes menyebutkan bahwa pabrikan chip Mediatek bakal menyediakan prosesor untuk perangkat-perangkat Android One.

Smartphone bikinan Micromax yang ditunjukkan pada konferensi Google I/O sebagai contoh perangkat Android One, misalnya, disebutkan bakal mengusung prosesor dual-core Mediatek MT6575.

Google sempat menyebutkan bahwa Android One besutan Micromax bakal dibanderol terjangkau, harganya di bawah kisaran 100 dollar AS.

Di samping Micromax, vendor lain yang juga akan ikut membuat ponsel Android One adalah para rekanan Google di India seperti Karbonn dan Spice.
Read More

Bos BlackBerry Pamer Ponsel Baru

KOMPAS.com — Minggu lalu, BlackBerry mengumumkan kehadiran ponsel pintar barubesutan perusahaan itu, BlackBerry Passport.

Perangkat yang sebelumnya berkode nama Windermere ini memiliki layar sentuh berbentuk persegi dengan ukuran 4,5 inci.

Di dalamnya, BlackBerry Passport diperkuat prosesor Snapdragon 800 dengan RAM 3GB, kamera 13 megapiksel, dan baterai berkapasitas 3.450 mAh.

Spesifikasi tersebut mendudukkannya di jajaran atas ponsel BlackBerry. Passport dijadwalkan meluncur pada September mendatang di London, Inggris. 

BlackBerry Passport turut dilengkapi dengan papan tik fisik alias keyboard QWERTY seperti milik BlackBerry Classic yang juga diperkenalkan pada waktu yang sama.

Aksi CEO BlackBerry John Chen saat menggunakan perangkat ini sempat terekam kamera Kevin Michaluk dari situs teknologi CrackBerry. 
Read More

Monday, March 30, 2015

iMac Murah Apple Dapat Kritikan

KOMPAS.com - Setelah sempat memangkas harga jual iMac, Apple juga meluncurkan model terbaru komputer desktopnya tersebut dengan banderol harga yang lebih murah.
Menurut situs Recode (18/6/2014), iMac baru tersebut akan memiliki ukuran layar 21,5 inci dan dijual seharga 1.099 dollar AS.

Banderol harga tersebut 200 dollar AS lebih rendah dibandingkan dengan model iMac dengan spesifikasi paling rendah saat ini.

iMac 21 inci tersebut akan dilengkapi dengan prosesor Intel Core i5 dengan RAM 8 GB, dan juga menggunakan chipset grafis buatan Intel. Sementara kapasitas penyimpanannya sebesar 500 GB.

Apple juga memberikan pilihan bagi konsumennya dengan membuat program build-to-order. Dengan program tersebut, konsumen bisa mendapatkan spesifikasi yang berbeda, seperti kapasitas penyimpanan yang lebih besar (1 TB) dan prosesor Intel yang lebih kencang (2,9 GHz).

Model kustom tersebut tentunya dijual oleh Apple dengan banderol harga yang lebih mahal, yaitu 1.499 dollar AS
.
Namun keputusan Apple merilis iMac versi murah ini banyak dikritik oleh para pengamat. Menurut Forbes (18/6/2014), iMac murah tersebut 40 persen lebih lambat dibanding komputer iMac paling murah saat ini.

Selain itu, pelanggan juga bisa membeli iMac 21,5 inci kondisi refurbished dari Apple Store dengan harga yang sama, namun perfomanya dinilai lebih baik.

Di tahun 2013 ini, Apple telah dua kali menurunkan harga dasar komputer iMac-nya. Pada bulan April lalu Apple juga memangkas komputer jinjing MacBook Air-nya sebesar 100 dollar AS menjadi hanya 899 dollar AS.

Selain menurunkan harga jualnya, Apple juga memperkenalkan model MacBook Air baru dengan chip Intel yang lebih baru dan kencang.
Read More

Cara Apple Ungguli Google dan Microsoft

KOMPAS.com - Mau tak mau, harus diakui bahwa model bisnis yang dianut Apple sejauh ini telah terbukti sebagai strategi yang jitu. Apple berhasil meraup keutungan besar dan membuat konsumennya loyal. Apa sih rahasianya?

Menurut pengamat teknologi John Gruber, ada satu alasan utama Apple masih mampu memiliki keunggulan besar dibandingkan kompetitornya. 

Hal itu tak lain bisa dilakukan Apple sebab perusahaan mampu mengontrol setiap aspek produk-produknya, mulai dari hardware hingga software.

Dikutip dari BGR (16/6/2014), Gruber mengatakan bahwa tak seperti Microsoft dan Google, Apple tidak terlalu menggantungkan diri kepada vendor pihak ketiga untuk memasarkan softwarenya di pasar.

"Microsoft dan Google memang memiliki pasar yang besar, namun keduanya tidak memiliki kontrol terhadap perangkat-perangkat yang menjalankan platformnya," ujar Gruber.

Di sisi lain, Samsung dan Amazon dianggap Gruber mampu mengontrol perangkat-perangkat mereka, namun keduanya tidak bisa mengontrol OS di tingkat paling dasar.

Sementara Google dan Microsoft tidak bisa memaksa OEM untuk membuat perangkat atau komputer yang lebih baik lagi. Atau, meminta mereka untuk tidak menambahkan add-on lain yang sebenarnya tidak perlu.

Microsoft dan Google sebenarnya sudah berupaya untuk meningkatkan standar mutu perangkat-perangkatnya. Microsoft telah membuat hardware sendiri dengan lini tablet Surface-nya, sementara Google memiliki program Android Silver.

Namun, usaha keduanya tersebut lagi-lagi tidak bisa memberikan kendali penuh atas perangkat-perangkatnya. Berbeda dengan yang bisa dilakukan oleh Apple pada iPhone dan iPad-nya.

Apple, karena memiliki kontrol penuh, bisa secara bebas mengutak-atik perangkatnya sesuai keinginan. Satu hal yang sejauh ini belum bisa dimiliki Google dan Microsoft lewat Android dan Windows Phone-nya.
Read More

Merek Operator Seluler Axis Bakal Hilang

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Nama Operator seluler Axis akan dihilangkan usai diakusisi dan merger dengan XL Axiata. Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi ketika melepas rombongan peserta uji jaringan jelang Lebaran 2014 dari Jakarta hingga Yogyakarta, Kamis (12/6/2014).

Rencana penghapusan nama Axis berlaku untuk jangka panjang. Menurut Direktur Service Management XL Ongki Kurniawan, keputusan itu dibuat dengan menimbang mahalnya biaya yang diperlukan untuk memelihara jumlah brand yang lebih dari satu.

"Kami banyak melihat yang mencoba maintain (brand tambahan) dan gagal. Nama brandtunggal kami itu kemungkinan besar XL, tapi ini belum diputuskan sekarang," ujar Ongki.

Untuk sementara, Ongki mengatakan bakal mempertahankan brand Axis yang dinilai sudah memiliki eksistensi kuat di kalangan konsumen.

Pelanggan Axis secara bertahap dipindahkan ke jaringan seluler milik XL selaku pemilik baru. "Hingga sekarang, sudah 60 persen pengguna Axis dimigrasikan ke jaringan XL," kata Ongki.

Proses transfer jaringan akan terus berlangsung hingga Oktober mendatang, hingga diharapkan telah stabil dan rampung sepenuhnya pada kuartal pertama 2015.

"Kami juga sudah menerapkan roaming nasional. Pelanggan Axis bisa roaming ke jaringan XL, kecuali di Jakarta yang memang masih banyak congestion," kata Ongki lagi.

Saat jaringan kedua layanan seluler sudah bersinergi dalam penggabungan nanti, penghubung ke jaringan Axis sebelumnya akan diputus. Sementara, BTS milik Axis akan dievaluasi dan direkondisi untuk digunakan kembali apabila memungkinkan.
Read More

Kontroler Xbox One Sudah Bisa di PC

KOMPAS.com - Penggemar game PC yang selama ini ingin memainkan game kesayangannya dengan kontroler Xbox bisa tersenyum lega. Pasalnya Microsoft telah merilis driverPC untuk kontroler Xbox One dan sudah bisa diunduh.
Selama ini, kebanyakan game PC harus dimainkan dengan menekan tombol-tombolkeyboard dan menggerakkan mouse. Selain membutuhkan keterampilan tinggi, keyboarddan mouse juga dinilai kurang ergonomis untuk bermain game.

Gamer-gamer PC akhirnya menggunakan solusi dari pihak ketiga, yaitu dengan menggunakan kontroler buatan vendor-vendor aksesoris game. Nampaknya, Microsoft melihat kegelisahan di kalangan gamer tersebut, sekaligus ingin bersaing dalam pasar aksesoris game.

Karena itu, Microsoft pada Kamis (5/6/2014) melalui blog resmi Xbox Wire mengumumkan ketersediaan driver PC untuk kontroler Xbox One yang bisa diunduh secara gratis.
Menurut situs BGR, driver PC tersebut juga akan disertakan Microsoft dalam update Windows terbaru dalam waktu dekat.

Namun, jika Anda sudah tidak sabar ingin bermain game PC dengan kontroler Xbox One, Anda bisa mengunduh driver PC tersebut dari tautan berikut ini. Terdapat versi 32 dan 64-bit untuk driver tersebut.

Microsoft juga mengatakan bahwa semua game yang mendukung kontroler Xbox 360 di masa lalu juga akan didukung oleh kontroler Xbox One. Pengguna cukup mengunduh driver, melakukan instalasi, dan menghubungkan kontroler Xboxk One dengan PC melalui kabel USB
Read More

Friday, March 27, 2015

AirDrop, Jembatan Antara iOS dan OS X

KOMPAS.com - Apple berusaha membuat penggunanya mudah untuk bertransisi dari satu perangkat Apple dengan perangkat Apple lainnya, atau yang menggunakan sistem operasi Mac dan iOS.

Untuk itu, Apple memperkenalkan beberapa fitur baru seperti AirDrop, Handoff, dan Instant Hotspot. Ketiga fitur baru tersebut makin mempermudah interaksi antar perangkat Apple dan intregrasi lintas platform antara iOS dan OS X.

Fitur AirDrop bisa dipakai untuk mensinkronisasikan file dan komunikasi antara iOS dan OS X, sehingga pengguna bisa berganti dokumen, mail, dan bahkan panggilan telepon.

Sementara itu, tool Handoff yang baru bisa dipakai untuk berganti antara perangkat Mac dan iOS saat bekerja, seperti berganti dari komputer Mac ke iPad sambil mengedit dokumen yang sama secara real time.

Fitur Handoff juga bekerja sebaliknya, dari iOS ke Mac. Sebuah ikon akan muncul di layar lock screen iOS, swipe ikon tersebut dan pengguna bisa langsung bertukar dokumen atau data antara perangkat iOS dan Mac.

Fitur Handoff juga bisa digunakan dengan semua aplikasi Apple, termasuk Safari, Maps, Pages, dan Calendar, atau aplikasi pihak ketiga tertentu yang mendukung.

Perangkat Apple juga bisa menggunakan sensor proximity yang dimiliki untuk mendeteksi jika ada perangkat iOS di dekatnya untuk dijadikan sebagai Personal Hotspot.

Perangkat tersebut kemudian akan muncul di menu WiFi, dan dengan sekali sentuhan, perangkat iOS bisa terhubung dengan Mac dan mulai melakukan tethering. Saat jaringan itu tidak dipakai, maka secara otomatis perangkat akan memutuskan diri.

Fitur-fitur baru yang diperkenalkan Apple tersebut menurut The Verge (2/6/2014) seolah menjadikan perangkat Apple sebagai perpanjangan dari perangkat smartphone-nya. Hal itu sesuai dengan tema "Continuity" yang diusung Apple dalam produk-produk barunya, termasuk sistem operasi.
Read More