Friday, March 13, 2015

180.000 Unit "Mobil Murah" Terjual Tahun ini

Jakarta, KompasOtomotif - Segmen baru mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC) tahun ini akan dijual setahun penuh. Dengan empat model utama yang mengisi ceruk pasar, yaitu Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Honda Brio Satya, dan Suzuki Karimun WagonR total penjualan di segmen ini diprediksi mencapai 180.000 unit tahun ini. 

"Jika dianalisa, total penjualan semua model LCGC sejak dipasarkan September tahun lalu, berkisar 13.000 unit - 15.000 unit," jelas Johnny Darmawan, Ketua III Gaikindo di Jakarta Selatan, (9/3/2014).

Dijelaskan, saat ini dari total penjualan LCGC, baru 20-30 persen menyasar pada konsumen pembeli pertama, pengendara sepeda motor yang mau beralih menggunakan mobil. Sisanya, masih didominasi oleh konsumen yang mencari mobil kedua atau pengganti. "Termasuk pemilik mobil bekas (used car), juga banyak yang beralih ke LCGC sampai saat ini," lanjut Johnny.

Tahun ini, dipastkan akan ada satu model baru LCGC yang akan ikut bersaing di segmen ini, yakni Datsun. Merek yang sempat mati suri selama dua dekade ini langsung akan memasarkan dua varian sekaligus, yakni Go bergenre city car dan Go+ tipe MPV 5+2 penumpang.

Dengan banderol di bawah Rp 100 juta, potensi penjualan Datsun Go+ dipercaya punya peluang lebih besar jika melihat karakteristik masyarakat Indonesia yang gemar mobil keluarga  dengan ruang lapang. Jadi, masih ada peluang prediksi total penjualan LCGC tahun ini bisa meningkat lebih besar lagi dari 180.000 unit.
Read More

Mitsubishi Indonesia Kejar Penjualan 163.000 Unit di 2014

Jakarta, KompasOtomotif - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) masih optimis melihat potensi pasar mobil nasional tahun ini. Pemasar utama merek Mitsubishi di Indonesia, menargetkan penjualan tahun ini kembali meraih rekor baru mencapai 163.000 unit, atau naik 4 persen dari perolehan tahun lalu 157.352 unit dan menguasai pangsa 12,8 persen.

"Tahun lalu berhasil melampaui target kami yang ditetapkan 155.000 unit dan ini bagus," jelas Noboru Tsuji, Presiden Direktur KTB di selaMedia Gathering, Jakarta Selatan, Jumat (7/3/2014).

Seperti diketahui, selama ini penjualan Mitsubishi ditopang oleh model kendaraan niaga ringan (LCV) dan truk ringan (CV). Tahun ini, akan lebih fokus menggarap segmen kendaraan penumpang (passenger car). Langkah kongkret yang sudah dilakukan, adalah dengan membagi divisi pemasaran internal perusahaan menjadi dua, kendaraan penumpang dan niaga.

"Ini semua bagian dari proses yang harus kami lalui, pertama kami mulai dari internal perusahaan. Divisi servis juga kami pisah antara kendaraan niaga dan penumpang, baru setelah itu produk menyusul," beber Kosei Tamaki, Executive GM Marketing Division MMC KTB.

Dari total target penjualan yang ditetapkan tahun ini (163.000 unit), ditargetkan kontribusi penjualan kendaraan penumpang bisa mencapai 96.000 unit. Angka tersebut disumbang dari beberapa model, yakni Pajero Sport, Outlander Sport, Mirage, Colt T120ss, dan L300. Sementara 67.000 unit akan disumbang oleh penjualan kendaraan komersial (CV) dari Colt Diesel dan Fuso.
Read More

Wednesday, March 11, 2015

Fokus Pembinaan Berjenjang, AHM Bidik MotoGP

Jakarta, KompasOtomotif – Sudah lama PT Astra Honda Motor (AHM) melakukan pembinaan pebalap-pebalap muda Indonesia untuk digembleng menjadi lebih profesional dan berkelas dunia. Cita-cita akhir, menelurkan pebalap yang mampu bersaing di level internasional dalam ajang MotoGP. Namun itu bukan pekerjaan mudah!

Hingga saat ini AHM masih memberikan pembinaan berjenjang. Sepak terjang dan kiprah pebalap-pebalap Honda semakin diasah melalui penajaman pengalaman di berbagai ajang, serta pencetakan prestasi di ajang balap nasional maupun internasional. Pembinaan ini juga bertujuan agar tercipta kultur balap yang tepat bagi pebalap Indonesia kelak.

”Di Astra terkenal dengan proses. Kami tidak mau mencapai level tertinggi melalui jalan pintas, karena itu AHM ingin memberi pondasi kepada pebalap muda. Semua dibenahi satu-persatu. Mesin, kultur, skill, bahkan mental dan karakter. Kami ingin pebalap Honda punya karakter yang humble tapi berprestasi bagus,” kata Executive Vice President Director AHM, Johannes Loman usai konferensi pers aktivitas balap Honda di Ballroom Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, (1/2/2014).

Siapkan ArenaUntuk mematangkan kemampuan pebalap dari level paling awal yakni kompetisi di dalam negeri, AHM menurunkan 23 tim balap, yang terdiri dari 18 tim balap di Motoprix dan 5 tim untuk Indoprix. Ada juga 18starter pada One Make Race (OMR) 150cc Indospeed Race Series (IRS), 20 starter OMR 250cc IRS, serta 3 tim balap di Kejurnas 600cc IRS.

Selain itu, AHM juga meneruskan program Honda Racing Championship (HRC) di delapan lokasi plus membuka HRC regional di tiga lokasi. Seluruh pembinaan untuk pebalap muda dilakukan melalui Honda Racing School (HRS) serta Honda Technical Racing Training untuk pengayaan tim balap.

Di tingkat internasional, AHM mendukung dua pebalap muda Indonesia di kejuaraan Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas supersport 600cc, dua pebalap di Asia Dream Cup (ADC), dua pebalap di Suzuka 4 Hours Endurance, dan satu pebalap dalam All Japan Championship dan Spanish Championship.

Lalu, jika semua sudah dilakukan, kapan ”pendidikan” ini akan menelurkan pebalap MotoGP? ”Sabar. Tidak lama lagi, yang jelas nggak sampai 10-20 tahun lah,” canda Loman.
Read More